Rabu, 11 April 2012

Ini Pahlawanku


            Udah lama sebenernya ini mau gue posting tapi yaa gue baru sempet posting. gue mau posting tentang pahlawan gue yang ngga bakal bisa gue lupain sampe kapanpun :’) yaaap pahlawan itu adalah bokap gue sendiri, beliau lah yang membuat gue terlahir didunia ini dan merawat gue sampe se-gede ini. Nama bokap gue sendiri Eddy Syuaidy Sy Alie BA
            Minggu kemarin tepatnya tanggal 20-21 januari 2012 gue baca Koran BANTEN POS dan disitu dijelasin tentang perjalanan hidup bokap gue dari awal merintis karir sampe sekarang. Selalu sabar dan menjalani tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, itulah yang terpatri di dalam diri bokap gue. Selepas lulus kuliah di UIN Yogyakarta memulai karir PNS pertamanya menjadi jurpen (juru penerangan) atau penyampain program-program pemerintah daerah kepada masyarakat pedesaan. Bokap gue ditugaskan di beberapa kecamatan di Cilegon yang pada saat itu masih merupakan wilayah Kabupaten Serang. Kecamatan Pulomerak adalah salah satu tempat yang pernah didudukinya. Tugas pertama bokap gue terbilang cukup berat, sebab bokap gue harus keluar masuk perkampungan terpencil untuk menyampaikan program pembangunan maupun proram pro rakyat diwilayah tugasnya. Naik dan turun bukit menjadi bagian perjalan bokap gue sebagai jurpen. Medan yang terjal itu dilakukan dengan berjalan kaki puluhan kilometer dan dilakukannya dengan ikhlas sepenuh hati.
            Sebetulnya sebagai jurpen babeh gue menerima sebuah motor dinas dari pemerintah namun motor sebagai penunjang kerjanya itu hanyalah motor tua penyakitan, apalagi saat musim hujan. Tak ayal bokap gue pun kerap kali mendorong motor bututnya karena mogok. “kalau lagi musim hujan, saya harus sering bersihkan busi biar mesin motor hidup. Kalau sudah terlanjur basah ya terpaksa mendorong sampai kantor kecamatan atau kelurahan untuk meminta bantuan” ujar bokap gue. Karena sering dorong-dorong motor bututnya, bokap gue kerap di candai oleh camat atau lurah setempat. Sebab kalau mampir pasti datang dengan membawa motornya yang mogok itu. Meski begitu bokap gue tak patah semangat “semua saya jalani dengan sabar” katanya.
            Hampir 20 tahun menjalankan tugasnya sebagai juru penerangan (jurpen). Dengan kesabarannya pula ia memberikan penjelasan berbagai program kepada masyarakat pelosok Cilegon. 20 tahun tentu bukan waktu yang pendek namun jika dijalani dengan sepenuh hati, 20 tahun tentu bukan apa-apa. Bokap gue menjalani itu semua dengan kesabaran, ia tidak pernah menghitung dan mengharapkan jabatan yang lebih tinggi dari jurpen. Padahal pendidikannya jelas diatas rata-rata karena ia memang seorang sarjana. Dalam benaknya hanya ada satu semangat, kerja keras.
            Gaji yang diterimanya sebagai jurpen kala itu hanya sebesar RP 22,500 per bulan. Jelas angka itu jauh dari cukup terlebih bokap gue harus memenuhi kebutuhan keluarga yang pada saat itu sudah mempunyai istri dan satu anak. Eddy tetaplah Eddy. Ia tak silau dengann jabatan. Ia juga bukan tipe hedonis. Gaji yang diterimanya cukup ia sambut dengan rasa syukur. “Kunci utamanya ikhlas dan sabar, nyatanya sampe sekarang istri dan anak saya masih hidup” candanya.  Kisah pahit tentu tidak selalu menimpanya. Ia medapatkan pengalaman yang cukup berkesan baginya. “Kalau habis tugas, pulangnya saya dibawain oleh-oleh sama warga, mulai dari pisang, kelapa muda, atau buah-buahan lainnya, itu yang membuat saya merasa sangat dihargai sehingga saya betah menjalankan tugas dengan gaji yang sangat kecil itu,” tuturnya. Tak hanya itu, bokap gue juga sering sekali mendapatkan piagam penghargaan sebagai jurpen terbaik. Tak kurang dari 20 piagam penghargaan yang sudah terimanya.
            Sekitar tahun 2000, jabatan jurpen tinggalkan. Tahun itu, bokap ue menjadi staf di Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta hingga beberapa tahun setelah itu diangkat menjadi Sekertaris Camat (Sekmat). Selanjutnya karir bokap gue terus merayap sampai akhirnya bokap gue dipercayai menjadi Camat Purwakarta. Berkat ketekunan dan kesabaran serta pengalamannya dilapangan, awal 2008 diangkat menjadi Kepala BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) hingga sekaramg.
                                                                                                                   
Dipostingan ini gue bukannya mau menyombongkan diri, ambil aja sisi positifnya dari postingan ini. Saat gue posting tulisan ini bokap gue lagi sakit, mohon doanya aja semoga beliau cepet sembuh, amin o:) terima kasih

(Cilegon, saat hujan turun, 11 April 2012)
Fajar Kurniawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar