Udah lama sebenernya ini mau gue
posting tapi yaa gue baru sempet posting. gue mau posting tentang pahlawan gue
yang ngga bakal bisa gue lupain sampe kapanpun :’) yaaap pahlawan itu adalah
bokap gue sendiri, beliau lah yang membuat gue terlahir didunia ini dan merawat
gue sampe se-gede ini. Nama bokap gue sendiri Eddy Syuaidy Sy Alie BA
Minggu kemarin tepatnya tanggal
20-21 januari 2012 gue baca Koran BANTEN POS dan disitu dijelasin tentang
perjalanan hidup bokap gue dari awal merintis karir sampe sekarang. Selalu
sabar dan menjalani tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, itulah yang
terpatri di dalam diri bokap gue. Selepas lulus kuliah di UIN Yogyakarta
memulai karir PNS pertamanya menjadi jurpen (juru penerangan) atau penyampain
program-program pemerintah daerah kepada masyarakat pedesaan. Bokap gue
ditugaskan di beberapa kecamatan di Cilegon yang pada saat itu masih merupakan
wilayah Kabupaten Serang. Kecamatan Pulomerak adalah salah satu tempat yang
pernah didudukinya. Tugas pertama bokap gue terbilang cukup berat, sebab bokap
gue harus keluar masuk perkampungan terpencil untuk menyampaikan program pembangunan
maupun proram pro rakyat diwilayah tugasnya. Naik dan turun bukit menjadi
bagian perjalan bokap gue sebagai jurpen. Medan yang terjal itu dilakukan
dengan berjalan kaki puluhan kilometer dan dilakukannya dengan ikhlas sepenuh
hati.
Sebetulnya sebagai jurpen babeh gue
menerima sebuah motor dinas dari pemerintah namun motor sebagai penunjang kerjanya
itu hanyalah motor tua penyakitan, apalagi saat musim hujan. Tak ayal bokap gue
pun kerap kali mendorong motor bututnya karena mogok. “kalau lagi musim hujan, saya harus sering bersihkan busi biar mesin
motor hidup. Kalau sudah terlanjur basah ya terpaksa mendorong sampai kantor
kecamatan atau kelurahan untuk meminta bantuan” ujar bokap gue. Karena
sering dorong-dorong motor bututnya, bokap gue kerap di candai oleh camat atau
lurah setempat. Sebab kalau mampir pasti datang dengan membawa motornya yang
mogok itu. Meski begitu bokap gue tak patah semangat “semua saya jalani dengan sabar” katanya.
Hampir 20 tahun menjalankan tugasnya
sebagai juru penerangan (jurpen). Dengan kesabarannya pula ia memberikan
penjelasan berbagai program kepada masyarakat pelosok Cilegon. 20 tahun tentu
bukan waktu yang pendek namun jika dijalani dengan sepenuh hati, 20 tahun tentu
bukan apa-apa. Bokap gue menjalani itu semua dengan kesabaran, ia tidak pernah
menghitung dan mengharapkan jabatan yang lebih tinggi dari jurpen. Padahal
pendidikannya jelas diatas rata-rata karena ia memang seorang sarjana. Dalam
benaknya hanya ada satu semangat, kerja keras.
Gaji yang diterimanya sebagai jurpen
kala itu hanya sebesar RP 22,500 per bulan. Jelas angka itu jauh dari cukup
terlebih bokap gue harus memenuhi kebutuhan keluarga yang pada saat itu sudah
mempunyai istri dan satu anak. Eddy tetaplah Eddy. Ia tak silau dengann
jabatan. Ia juga bukan tipe hedonis. Gaji yang diterimanya cukup ia sambut
dengan rasa syukur. “Kunci utamanya ikhlas
dan sabar, nyatanya sampe sekarang istri dan anak saya masih hidup”
candanya. Kisah pahit tentu tidak selalu
menimpanya. Ia medapatkan pengalaman yang cukup berkesan baginya. “Kalau habis tugas, pulangnya saya dibawain
oleh-oleh sama warga, mulai dari pisang, kelapa muda, atau buah-buahan lainnya,
itu yang membuat saya merasa sangat dihargai sehingga saya betah menjalankan tugas
dengan gaji yang sangat kecil itu,” tuturnya. Tak hanya itu, bokap gue juga
sering sekali mendapatkan piagam penghargaan sebagai jurpen terbaik. Tak kurang
dari 20 piagam penghargaan yang sudah terimanya.
Sekitar tahun 2000, jabatan jurpen tinggalkan.
Tahun itu, bokap ue menjadi staf di Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta
hingga beberapa tahun setelah itu diangkat menjadi Sekertaris Camat (Sekmat).
Selanjutnya karir bokap gue terus merayap sampai akhirnya bokap gue dipercayai
menjadi Camat Purwakarta. Berkat ketekunan dan kesabaran serta pengalamannya
dilapangan, awal 2008 diangkat menjadi Kepala BKD (Badan Kepegawaian dan
Diklat) hingga sekaramg.
Dipostingan
ini gue bukannya mau menyombongkan diri, ambil aja sisi positifnya dari
postingan ini. Saat gue posting tulisan ini bokap gue lagi sakit, mohon doanya
aja semoga beliau cepet sembuh, amin o:) terima kasih
(Cilegon,
saat hujan turun, 11 April 2012)
Fajar
Kurniawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar