selalu dan selalu aku berkata hujanku memiliki banyak rintik. nyatanya memang begitu. itu alasanku mencintai hujan.
aku tak mempunyai alasan spesifik tentang hujanku. itu tentang hati, hanya aku dan hujan saja yang tahu. kurasa memang tak penting kau tahu, mereka tahu, atau siapa saja yang ingin tahu. itu masalah besar untukku.
hujan itu indah. aku tak pernah menolaknya dengan payung atau pun mantel hujan saat ia datang. ia hebat, aku segar olehnya ketika aku gerah menghirup udara nitrogen ditengah kesibukan jalanan kota kecil ini. tiap rintiknya mampu mengalahkan fatamorgana air yang berpura-pura menghiasi jalanan aspal diantara teriknya siang.
hujanku memang memiliki titik-titik air ditiap waktunya, namun yang kucinta bukan itu. yang kucinta adalah sebuah nama tentang hujan. ceritaku tentang hujan selalu indah untuk kupikirkan, bukan untukku kenang, karena memang hujanku takkan pernah mati. hujanlah yang akan mengingatkan akan kenangan yang mungkin telah kita lupakan.
aku mencintai hujan bukan untuk cerita fiksi belaka. aku nyata mencintainya. namun memang tak pernah ada subjek yang spesifik untuk sebuah hujan yang kucinta.