Rabu, 13 Juni 2012

Hujan rindu dalam hujan


Dalam hujan, birkan rindu mengeram dalam kesakitannya.
Dalam hujan, biarkan rindu menari-nari.
Dalam hujan, biarkan rindu menyudahi kuyup lelahnya menanti perjumpaan.
Dalam hujan, berikan rindu ruang untuk menyetubuhi kesepian.
Sekian ~

Apa yang salah dengan hujan ?


Sebagian orang berkata, "Ah hujan datang lagi"
Lalu orang lain menanggapinya, "Ya, ini kan musim kemarau. Kenapa egois sekali hujan tetap turun?"
Hujan bukannya tak mendengar keluhan-keluhan itu. Hujan sangat mengerti, tapi ia turun ke bumi atas perintah awan. Awan bukannya tak mendengar jeritan-jeritan itu. Awan hanya sedang penuh, lalu ia tumpahkan titik demi titik yang bersatu menjadi hujan.
Tumbuhan hijau girang. Namun tak semua, terkadang ada yang tenggelam hingga mati. Buruh tani yang susah payah dan berpeluh mencoba membangun kehidupan padi, beberapa sempat terendam.
Sekarang siapa yang bingung ? Hujan datang mereka berteriak repot. Hujan hilang mereka berteriak haus. Tuhan hanya tersenyum, seakan mengerti mahluk-mahlukNya sedang gusar.
Hidup memang selalu memiliki pilihan, dan tak semuanya menguntungkan. 

Minggu, 03 Juni 2012

Tentang Hujan

selalu dan selalu aku berkata hujanku memiliki banyak rintik. nyatanya memang begitu. itu alasanku mencintai hujan.

aku tak mempunyai alasan spesifik tentang hujanku. itu tentang hati, hanya aku dan hujan saja yang tahu. kurasa memang tak penting kau tahu, mereka tahu, atau siapa saja yang ingin tahu. itu masalah besar untukku.

hujan itu indah. aku tak pernah menolaknya dengan payung atau pun mantel hujan saat ia datang. ia hebat, aku segar olehnya ketika aku gerah menghirup udara nitrogen ditengah kesibukan jalanan kota kecil ini. tiap rintiknya mampu mengalahkan fatamorgana air yang berpura-pura menghiasi jalanan aspal diantara teriknya siang.

hujanku memang memiliki titik-titik air ditiap waktunya, namun yang kucinta bukan itu. yang kucinta adalah sebuah nama tentang hujan. ceritaku tentang hujan selalu indah untuk kupikirkan, bukan untukku kenang, karena memang hujanku takkan pernah mati. hujanlah yang akan mengingatkan akan kenangan yang mungkin telah kita lupakan.

aku mencintai hujan bukan untuk cerita fiksi belaka. aku nyata mencintainya. namun memang tak pernah ada subjek yang spesifik untuk sebuah hujan yang kucinta.