waktu sudah menunjukan pukul 02.47 aku masih belum bisa untuk menutup mata ini entah apa yang membuat ku sangat susah tuk menutup mata ini yang jelas kamu masih saja berputar diotakku, lagu marcell yang takkan terganti menemaniku saat menulis ini dan pertandingan liga champions masih saja berkedudukan imbang. sebenarnya, aku tak ingin semuanya berakhir. saat semuanya sudah terancang dengan baik dan hebat, kau datang dengan membawa bekal yang katanya cinta, kau bisikan janji-janjimu yang sepertinya akan kau tepati. aku berfikir bahwa aku dan kau akan bertahan lama tapi prediksiku salah.
tak bisa ku pungkiri bahwa selama aku tanpamu, ku merasakan ada sesuatu yang hilang. disaat pagi tiba, tak ada lagi yang menyapaku atau membangunkanku lagi, mengingatkan untuk jangan lupa sarapan dan memberiku semangat untuk kuliah. dikala siang menjelang, tak ada yang mengingatkanku untuk makan siang untuk sekedar mengisi kekosongan perut. disaat bulan dan bintang bermunculan, ku tak lagi mendengar cerita-ceritamu tentang keseharianmu yang telah kau lewati. dan aku rindu, rindu semua hal yang bisa kita lalui hingga terasa waktu terlalu cepat berlalu saat kita melaluinya bersama.
aku sudah berusaha untuk membuatnya kembali seperti semula, aku bertahan untukmu. tapi, sepertinya kau sudah melupakan seseorang yang selalu berada disampingmu. kau melupakan seseorang yang beberapa bulan terakhir bersedia menyiapkan telinganya untukmu, hanya untuk mendengar ceritamu. kau melupakan seseorang yang menjadi pelampiasan amarahmu, yang kau sakiti hatinya saat kau lelah dengan semua rutinitasmu. kau melupakan seseorang yang berusaha meluangkan waktunya hanya untuk memastikan bahwa kesehatanmu terjaga dengan baik. kau melupakan seseorang yang berusaha bertahan untukmu....
sebenarnya, aku ini kau angggap apa ? semua usaha aku untuk "bertahan" hanya kauanggap sebagai sesuatu yang tak pantas kau hargai. aku sadar bahwa kau lebih mencintai duniamu daripada aku. aku sadar bahwa kau lebih memikirkan keegoisanmu dibandingkan dengan kebahagiaanku. semakin lama aku semakin yakin bahwa aku tak mampu lagi mengimbangimu . aku tak mampu lagi menjadi sosok tegar.
aku hanya masa lalumu yang mencoba untuk menyadarkanmu, karena mungkin kau lupa bahwa ada seseorang yang membiarkan air matanya terbujur kaku dipipinya, hanya karena dia tidak ingin melihat perubahanmu, hanya karena dia MENCINTAIMU.