Sebagian orang berkata, "Ah hujan datang
lagi"
Lalu orang lain menanggapinya, "Ya, ini kan musim
kemarau. Kenapa egois sekali hujan tetap turun?"
Hujan bukannya tak mendengar keluhan-keluhan itu.
Hujan sangat mengerti, tapi ia turun ke bumi atas perintah awan. Awan bukannya
tak mendengar jeritan-jeritan itu. Awan hanya sedang penuh, lalu ia tumpahkan
titik demi titik yang bersatu menjadi hujan.
Tumbuhan hijau girang. Namun tak semua, terkadang ada
yang tenggelam hingga mati. Buruh tani yang susah payah dan berpeluh mencoba
membangun kehidupan padi, beberapa sempat terendam.
Sekarang siapa yang bingung ? Hujan datang mereka berteriak
repot. Hujan hilang mereka berteriak haus. Tuhan hanya tersenyum, seakan
mengerti mahluk-mahlukNya sedang gusar.
Hidup memang selalu memiliki pilihan, dan tak semuanya menguntungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar